Susunan dan Urutan Ayat Al-Quran
Pertanyaan:
Ayat yang pertama turun ialah IQRA dan seterusnya, dan yang terakhir turun ialah ALYAUMA AKMALTU LAKUM dan seterusnya. Mengapa mushaf itu tidak tersusun sebagaimana urut-urutan turunyya? Yang kita baca sekarang al-Quran itu dimulai dari surat al-Fatihah dan akhirnya surat an-Nas. Mohon keterangan. (Angku Kuning Lgn no. 6480)
Jawaban:
Rasulullaah saw. telah menetapkan beberapa orang sahabat yang bertugas sebagai penulis beliau dalam urusan wahyu. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Mu'awiyah, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka'ab, Khalid bin Walid, Tsabit bin Qois. Semua diperintahkan oleh Rasul saw. agar mencatat setiap wahyu yang turun, sehingga seolah-oleh catatan mereka telah dipandang sebagai mengumpulkan al-Quran dalam dada mereka masing-masing.
Semua pekerjaan menulis al-Quran senantiasa di bawah pengawasan Nabi saw. Letak masing-masing ayat dan surat sudah diatur langsung oleh Rasulullaah saw., sekalipun tempatnya masih berserakan di atas benda-benda yang ditulisi, sehingga sedikit pun tidak ada keraguan di kalangan umat Islam bahwa penyusunan dan penempatan ayat-ayat dan surat-surat itu semuanya atas perintah Rasulullaah saw. Yang tentu saja dibimbing oleh wahyu atau petunjuk dari Jibril. Tidak mungkin terbalik, terlupa, tertambah atau berkurang dan sebagainya. Suatu contoh, pada suatu hari sahabat yang bernama Ulbay bin Ash duduk bersama Rasulullaah saw., tiba-tiba beliau mengangkat matanya sambil membetulkan letak suatu ayat, beliau bersabda:
"Jibril datang kepadaku dan menyuruh meletakkan ayat ini pada surat ini yakni ayat, 'Sesungguhnya Allaah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan dan memberikan hak kaum kerabat ..." (Al Itqan 1/104)
Dan banyak Hadis didapati keterangan bagaimana cara Rasulullaah saw. mendektekan wahyu kepada penulis wahyu dalam mencatat ayat-ayat al-Quran. Terkadang Nabi saw. membaca beberapa surat menurut tertibnya ayat, dalam salat atau pada khutbah Jumat yang disaksikan oleh para sahabat, dan tentu saja hal yang baru didengar itu dicatat oleh para sahabat, terutama para pencatat wahyu. Ini menunjukkan bahwa urutan penyusunan ayat-ayat dalam surat dan susunan surat-surat dalam al-Quran adalah wewenang Nabi saw., dan diinstruksikan pada para pencatat untuk menyusunnya sebagaimana sekarang kita baca dalam mushaf. Keterangan seperti ini dapat dibaca antara lain pada kitab "Al-Itqan", kitab "Sejarang dan Pengantar Ilmu Tafsir" tulisan Prof. Hasbi Ash Shiddieqiy dan pada "Muqoddimah al-Quran dan Tafsirnya" oleh Departemen Agama.
Wallaahu a'lam...
Sumber: Buku Tanya-Jawab Agama I, Tim PP Muhammadiyah Majelis Tarjih, Suara Muhammadiyah, 1997.
.png)
Belum ada Komentar untuk "Susunan dan Urutan Ayat Al-Quran"
Posting Komentar